ANALISIS POTENSI INTERAKSI OBAT PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUANG RAWAT INAP RS ISLAM IBNU SINA BUKITTINNGGI PERIODE SEPTEMBER 2023 – AGUSTUS 2024

Authors

  • Athiyya Zahara Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi
  • Ariesta Kirana Efmisa Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi
  • Khairil Armal Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi
  • Miftahul Jannah Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi

DOI:

https://doi.org/10.1144/jscpr.v1i2.295

Keywords:

Diabetes Melitus Tipe 2, Polifarmasi. Interaksi Obat

Abstract

Diabetes adalah penyakit metabolisme yang bersifat jangka panjang dan ditandai oleh tingginya kadar glukosa dalam darah. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat mengakibatkan kerusakan yang serius pada jantung, pembuluh darah, mata, ginjal, serta sistem saraf. Jenis diabetes yang paling umum adalah diabetes melitus tipe 2, yang biasanya terjadi pada orang dewasa. Diabetes melitus dapat menimbulkan berbagai komplikasi yang berpotensi menambah keluhan serta menimbulkan penyakit baru sehingga memerlukan pengobatan untuk setiap gejala yang muncul, yang menyebabkan pasien harus mengonsumsi lebih dari satu jenis obat. Hal ini berisiko menciptakan pola pengobatan yang tidak rasional yang dapat memicu overprescribing atau polifarmasi. Akibatnya, terdapat peningkatan risiko terjadinya interaksi antar obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui obat yang berpotensi menimbulkan interaksi obat dan untuk mengetahui hubungan jumlah obat dan penyakit penyerta dengan kejadian interaksi obat pada pasien diabetes melitus tipe 2 di ruang rawat inap RS Islam Ibnu Sina Bukittinggi periode September 2023 – Agustus 2024. Penelitian dilakukan secara retrospektif yaitu data diambil dari rekam medis pasien diabetes melitus tipe 2 yang di rawat di Ruang Rawat Inap RS Islam Ibnu Sina Bukittinggi periode September 2023 – Agustus 2024. Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian cross sectional, menggunakan rancangan analisis deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik total sampling, dimana semua rekam medis pasien yang memenuhi kriteria inklusi diambil sebagai penelitian yaitu sebanyak 50 pasien. Identifikasi interaksi obat dilakukan menggunakan drugs.com dan buku drugs interactions stockley’s. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan potensi kejadian interaksi obat sebanyak 100% dengan interaksi berdasarkan tingkat keparahan yang paling banyak yaitu moderat sebanyak 76,24% dan berdasarkan mekanismi interaksi obat yang paling banyak yaitu farmakodinamik sebanyak 69,97%. Obat yang paling berpotensi menimbulkan interaksi obat pada penelitian ini adalah sucralfate dengan insulin aspart, omeprazole dengan glimepiride, sucralfate dengan glimepiride, sucralfate dengan bicarbonat, codein dengan ondansentrone, ranitidine dengan paracetamol dan furosemide dengan glimepiride. Penelitian ini tidak dapat dianalisis hubungan jumlah obat dan penyakit penyerta dengan kejadian interaksi obat karena semua sampel penelitian mengalami interaksi obat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

ADA. (2014). Standar Pelayanan Medis pada DiabetesDTahun 2014. 37, 14–80.

Antoni, M. (2023). Terapi Diabetes Melitus Tipe 2 Berbasis Hormon Inkretin. Jurnal Kedokteran Meditek, 29(2), 218–225.

Ariani, N., & Prihandiwati, E. (2021). Evaluasi Potensi Interaksi Obat Antidiabetika Oral Di Apotek Perintis Kuripan Banjarmasin. Jurnal Insan Farmasi Indonesia, 4(2).

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. (2018). Laporan Provinsi Sumatera Barat Riskesdas 2018. In Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (LPB).

Banday, M. Z., Sameer, A. S., & Nissar, S. (2020). Pathophysiology of diabetes: An overview. Avicenna Journal of Medicine, 10(04), 174–188.

Brunetti, V. C., Ayele, H. T., Yu, O. H. Y., Ernst, P., & Filion, K. B. (2021). Type 2 diabetes mellitus and risk of community-acquired pneumonia: a systematic review and meta-analysis of observational studies. CMAJ Open, 9(1), E62–E70.

Car, A., Trisuchon, J., Ayaragarnchanakul, E., Creutzig, F., Javaid, A., Puttanapong, N., Tirachini, A., Irawan, M. Z., Belgiawan, P. F., Tarigan, A. K. M., Wijanarko, F., Henao, A., Marshall, W. E., Chalermpong, S., Kato, H., Thaithatkul, P., Ratanawaraha, A., Fillone, A., Hoang-Tung, N., … Chalermpong, S. (2023).

Dipiro, J. T., Tee, G. C., Haines, S. T., Nolin, T. D., Ellingrod, V. ., & Posey, L. M. (2023). Dipiro’SPharmacotherapya Pathophysiologic Approach 12Th Edition.

Dipiro, J. T., Wells, B. G., Schwinghammer, T. L., & DiPiro, C. V. (2018). Pharmacoterapy A Phatophysiologic Approach. In United State: McGraw-Hill Education.

Drugs.com. (2025). drug interaction checker. Di akses tanggal 29 januari 2025, https://www.drugs.com/drug_interactions.html

FDA Drug Interactions. (2018). Drug Interactions : what you should know.

Hayati, B., Ariyani, H., & Ruslinawati. (2020). Potensi Interaksi Obat pada Peresepan pasien diabetes melitus tipe 2 di Apotek X. Journal of Current Pharmaceutical Sciences, 3(2), 249–255.

IDAI. (2015). Konsensus Nasional Pengelolaan Diabetes Melitus. 1–40.

IDF. (2021). International Diabetes Federation. In Diabetes Research and Clinical Practice (Vol. 102, Issue 2). https://doi.org/10.1016/j.diabres.2013.10.013

Imelda, S. (2019). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya diabetes Melitus di Puskesmas Harapan Raya Tahun 2018. 8(1), 28–39.

Klinis, D. J. B. F. K. dan. (2005). Pharmaceutical care untuk penyakit diabetes mellitus. Departemen Kesehatan RI, 1–89.

Made, P., Ratnasari, D., Dian, P., Kurnianta, M., Apriliany, F., Made, N., & Srinadi, A. (2024). Kajian Potensi Drug Related Problems Pada Pengobatan Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Dengan Infeksi Covid-19 Study of Potential Drug Related Problems in the Therapy of Type 2 Diabetes

Mellitus Patients with Covid-19 potensial yang mengganggu hasil terapi y. 1(21).

Miller, D. R. (2000). Drug Interactions: A Source Book of Adverse Interactions, Their Mechanisms, Clinical Importance and Management. Annals of Internal Medicine, 133(9), 760.

Noviyanto, F., Mintarsih, R., & Chairani, F. (2023). Gambaran Interaksi Obat Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Rumah Sakit X. Journal Syifa Sciences and Clinical Research, 5(2), 347–353.

Nugroho, A. W., Tajudin, T., & Kurniawati, M. (2024). Analisis Potensi Interaksi Obat Pasien Rawat Inap Covid-19 Dengan Komorbid Diabetes Melitus Di Rs Pku Muhammadiyah Wonosobo. 9(1), 1–8.

Nuryati. (2017). Bahan Ajar Rekam Medis dan Informasi Kesehatan (RMIK) Farmakologi. Kemenkes RI, 1–266.

Ogurtsova, K., da Rocha Fernandes, J. D., Huang, Y., Linnenkamp, U., Guariguata, L., Cho, N. H., Cavan, D., Shaw, J. E., & Makaroff, L. E. (2017). IDF Diabetes Atlas: Global estimates for the prevalence of diabetes for 2015 and 2040. Diabetes Research and Clinical Practice, 128, 40–50.

PERKENI. (2015). Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Mellitus Tipe II di Indonesia. Jakarta : PB.PERKENI. In Perkeni.

PERKENI. (2019). Pengelolaan Dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 Dewasa di Indonesia. PB Perkeni, 133.

PERKENI. (2021). Pedoman Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 Dewasa di Indonesia 2021. Global Initiative for Asthma, 46. www.ginasthma.org.

Pusat Informasi Bioteknologi Nasional. (2024). Ringkasan Senyawa PubChem untuk CID 702, Etanol. Di akses tanggal 17 oktober 2024, Https://Pubchem.Ncbi.Nlm.Nih.Gov/Compound/Ethanol. https://pubchem.ncbi.nlm.nih.gov/compound/Lidocaine

Rahmawaty, A., & Hidayah, P. H. (2020). Hubungan Drug Related Problems (DRPs) Kategori Interaksi Obat pada Penggunaan Obat Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2. Cendekia Journal of Pharmacy, 4(1), 80–88.

Ramatillah, D. L. (2022). Buku Ajar Interaksi Obat. 1–67.

Rasdianah, N., & Gani, A. S. W. (2021). Interaksi Obat Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Dengan Penyakit Penyerta Di Rumah Sakit Otanaha Kota Gorontalo. Indonesian Journal of Pharmaceutical Education, 1(1), 40–46.

Rasdianah, N., & Pakaya, M. (2023). Studi Interaksi Obat Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 dengan penyakit penyerta : Studi Kasus Rumah Sakit X Gorontalo. 5, 192–199.

Saibi, Y., Hasan, D., Safitri, B., & Anwar, V. A. (2020). Potensi Hipoglikemia Dan Hiperglikemia Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Akibat Interaksi Obat. Jurnal Ilmiah Ibnu Sina (JIIS) Ilmu Farmasi Dan Kesehatan, 5(2), 258–267.

Samapati, R. U. R., Putri, R. M., & Devi, H. M. (2023). Perbedaan Kadar Gula Darah Berdasarkan Jenis Kelamin dan Status Gizi (IMT) Lansia Penderita Diabetes Melitus Tipe 2. Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi, 12(2), 417.

Sengaji, M., Herlina, S., & Wibisono, N. (2022). Hubungan polifarmasi dengan potensi dan tingkat keparahan interaksi obat pada resep antidiabetes mellitus.

Setyaningsih, I., & Susilo, R. (2019). Gambaran Interaksi Obat Potensial Pada Resep Rsud Gunung Jati Cirebon Description Of Potensial Drug Interaction On Recipe Cardiovascular Patients At InternaL. 1(2), 163–170.

Thornber, C. W., & Shaw, A. (1977). Antihypertensive Agents. In Annual Reports in Medicinal Chemistry (Vol. 12, Issue C).

WHO. (2024). Diabetes. WHO. Di akses tanggal 1 oktober 2024 https://www.who.int/health topics/diabetes?gad_source=1&gclid=Cj0KCQjwu-63BhC9ARIsAMMTLXSo_rxP6nocGYQdw38JUUfEiVWsiRox-Sf2aC4py5pCr-xCV4O_Qt8aAiqzEALw_wcB#tab=tab_1

World Health Organization - WHO. (2019). World Health Organization Technical Report; Medication Safety in Polypharmacy. The Third Global Patient Safety Challenge: Medication Without Harm, Webinar on Medication Safety, 1–63.

Downloads

Published

2025-08-10

How to Cite

Athiyya Zahara, Ariesta Kirana Efmisa, Khairil Armal, & Miftahul Jannah. (2025). ANALISIS POTENSI INTERAKSI OBAT PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUANG RAWAT INAP RS ISLAM IBNU SINA BUKITTINNGGI PERIODE SEPTEMBER 2023 – AGUSTUS 2024. Journal of Science and Clinical Pharmacy Research, 1(2), 75–91. https://doi.org/10.1144/jscpr.v1i2.295